Cara Membedakan Gemuk Karena Otot dan Gemuk Karena Lemak

Tahukah kamu? Ternyata gemuk tidak selalu karena lemak, loh. Jika kamu ingin cermat, gemuk tidaknya seseorang tidak bisa hanya dilihat dari berat badan saja, tapi juga harus dilihat dari komposisi lemaknya. Hal ini karena ada orang yang terlihat memiliki badan yang gemuk, padahal memang ia memiliki masa otot yang besar. Lalu, bagaimana cara untuk membedakannya?

Hal ini disampaikan oleh Jetty H Setyawan, SpJP(K), FIHA, FAsCC yang berasal dari Yayasan Jantung Indonesia. Ia mencoba menunjukkan perbedaan antara lemak dan masa otot yang ada di dalam tubuh kita.

“Masuk kamar, berdiri depan kaca lalu loncat. Nah kalau ada yang goyang-goyang, itulah lemak,” kata dr Jetty.

Menurutnya, berat badan meingkat judi bola baru bahaya jika memang yang meningkat komposisinya lebih banyak lemaknya. Akan lebih bahaya lagi jika lemak-lemak tersebut terkumpul di perut. Kalau ototnya lebih banya, menurutnya tidak masalah karena otot ini justru akan membantu dalam membakar kalori.

Sedangkan lemak yang mengumpul di bagian perut, khususnya pada bagian rongga perut, akan meningkatkan faktor risiko banyak penyakit, termasuk dengan diabeter dan masalah jantung. Kondisi ini akan ditandai dengan perut yang membuncit, di mana biasanya disebut dengan istilah obesitas sentral dan sudah menjadi masalah epidemi di seluruh dunia.

Penyakit jantung sendiri adalah salah satu penyakit yang paling mematikan di seluruh dunia. Angka kematian karena penyakit jantung ini lebih tinggi dibandingkan dengan kanker. Dr Jetty menyebutkan kalau setiap tahun teradapat sekitar 1 juta orang yang ada di seluruh dunia mengalami serangan jantung. Kasus ini kebanyakan terjadi di Asia Selatan, di mana 5-6 kali lebih rentan untuk mengalaminya.

Hal yang menyebabkan terjadinya perut buncit karena banyak lemak adalah karena gaya hidup yang kurang sehat, kurangnya olahraga, dan pola makan yang kurang sehat. Junk Food atau makanan cepat saji tidak baik untuk kesehatan, karena mengandung banyak kalori yang ada di dalam bentuk lemak dan karbohidrat. Kandungan garamnya pun tinggi, sehingga bisa membahayakan jantung.  

Tulisan ini dipublikasikan di Kesehatan Fisik. Tandai permalink.